Perisai Diri
Warisan Ketangkasan Ilmu Bela Diri
Akar Perguruan
Kelatnas Indonesia Perisai Diri didirikan oleh Bapak R.M. Soebandiman Dirdjoatmodjo pada tahun 1955. Beliau mengembangkan teknik pencak silat yang berdasarkan pada prinsip-prinsip ilmiah, mengamati gerakan alam dan anatomi tubuh manusia untuk menciptakan sistem bela diri yang efektif dan efisien.
Pada tahun 1954, Pak Dirdjo diperbantukan ke Kantor Kebudayaan Provinsi Jawa Timur untuk Urusan Pencak Silat. Para murid beliau di Yogyakarta, baik yang berlatih di UGM maupun di luar UGM, bergabung dalam Himpunan Penggemar Pencak Silat Indonesia (HPPSI) yang diketuai oleh Ir. Dalmono.
Kepindahan resmi beliau ke Surabaya pada tahun 1955 menjadi tonggak sejarah baru. Mengemban misi melestarikan dan menyebarluaskan pencak silat sebagai budaya bangsa, Pak Dirdjo—bersama Imam Romelan—resmi mendirikan Perisai Diri pada 2 Juli 1955 di Mayangkara, Surabaya. Momen bersejarah ini sekaligus menyatukan seluruh murid dari era sebelumnya ke dalam satu naungan perguruan yang sama.


Komitmen Kami
Membangun Karakter, Mengukir Prestasi, Menjaga Persaudaraan
Kami adalah wadah bagi mereka yang mencari pengembangan diri seutuhnya: fisik, mental, dan spiritual tanpa unsur mistis. Bergabunglah dalam tradisi luhur yang mengajarkan disiplin dan rasa saling menghargai.











